Jakarta- 13 November 2023 ESAS Management sukses menyelenggarakan pelatihan Sertifikasi mengenai Certified Inventory Management (CIM).

Pelatihan Certified Inventory Management (CIM) tersebut diselenggarakan pada hari Senin, 13 November 2023 pukul 19.00 s.d 21.00 WIB  yang dilaksanakan melalui platform zoom meeting dan ESAS Management serta dihadiri banyak peserta dari berbagai latar belakang dan domisili yang berbeda.


Sertifikasi ini menghadirkan 1 narasumber yang tentunya Professional dalam bidang Certified Inventory Management (CIM). Beliau adalah Rizal Ardianto, S.T., M.T (Master Trainer ESAS Management, Praktisi PPIC & Logistic lebih dari 15 Tahun).


Dalam pemaparannya, Pak Rizal memaparkan bahwa Dalam menjalankan operasi , manajemen persediaan dan manajemen rantai pasokan menjadi elemen kunci yang tidak bisa diabaikan. Khususnya di era perkembangan dan ketersediaan perangkat lunak inovatif, manajemen persediaan mengalami transformasi yang luar biasa. Tujuan utama dari Inventory Management adalah memenuhi kebutuhan pelanggan dengan biaya persediaan sekecil mungkin. Dalam hal ini, berbagai peran seperti PPIC, Staf Pengendalian Inventaris, Logistik, Urusan Umum, dan Pejabat pengelola barang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga efisiensi Inventory Management.

Mengupas Tuntas Certified Inventory Management: Pelatihan Sukses oleh ESAS Management.
Doc. Pelatihan CIM Batch 6

Tipe Inventory Management menjadi kunci dalam mengelola berbagai aspek persediaan. Bahan Baku, Barang Jadi, Semi Finish Goods, Work in Process (WIP), Good in Transit, Spare Part & Consumable menjadi kategori yang perlu dikelola dengan cermat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Adapun empat jenis sistem kontrol dalam Inventory Management adalah:

  1. Continuous System (Sistem Berkelanjutan):
  1. Menggunakan pesanan dengan jumlah tetap dan kelipatan.
  1. Periodic System (Sistem Berkala):
  1. Menggunakan pesanan dengan interval waktu yang telah ditentukan.
  1. Replenishment (Pengisian Kembali):
  1. Opsi untuk mengisi persediaan tepat waktu (Just in Time) atau dengan Vendor Managed Inventory (VMI).
  1. Simple System (Sistem Sederhana):
  1. Menggunakan sistem pesanan bebas atau Bin System.

Pentingnya Economic Order Quantity (EOQ) juga diungkap dalam presentasi oleh Pak Rizal. EOQ adalah metode perencanaan persediaan yang mencari jumlah optimal barang untuk meminimalkan biaya total. Faktor-faktor yang dipertimbangkan melibatkan syarat pembelian minimum, biaya transportasi, dan ketersediaan kas perusahaan.

Dalam menghadapi fluktuasi permintaan atau pasokan yang tidak terduga, Safety Stock menjadi konsep krusial dalam Inventory Management. Safety Stock merupakan persediaan penyangga yang dijaga terus menerus dan bertindak sebagai perlindungan terhadap fluktuasi tersebut. Ini melibatkan model EOQ, persyaratan minimum order, persyaratan minimum pengiriman, dan uang tunai yang tersedia. Dalam konteks ini, Marketing Activity dan Demand Fluktuatif menjadi dua aspek penting yang dijelaskan dalam Certified Inventory Management (CIM) yang difasilitasi oleh ESAS Management.

Dalam pelatihan tersebut, Pak Rizal tidak hanya menyampaikan teori tetapi juga melibatkan peserta secara langsung dalam praktik Inventory Management. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam memahami dan mengimplementasikan konsep-konsep tersebut untuk keberhasilan di masa depan.

Diakhir acara para peserta Certified Inventory Management (CIM) juga sangat puas dan mengapresiasi pelatihan ini.   


Menurut Salah satu peserta, yaitu Bapak Awang, terima kasih atas pelatihan pada malam hari ini baik karena dapat menentukan seberapa efektif dalam melayani cutomer, sehingga dapat direalisasikan di dunia kerja.

Dan Bapak dimas juga berpendapat bahwa pelatihan ini sangat bagus, semoga ada kedepannya sukses selalu dan bisa ada part selanjutnya.